
Ludwig Van Beethoven ialah komponis musik klasik ternama. Musik yang berakar dari budaya Eropa ini diciptakan beberapa abad yang lalu, dan masih tetap disukai orang hingga kini. Perjuangan dan lika-liku hidupnya tidak serta-merta sukses dan bisa menjadi pelajaran bahwa meraih kesuksesan memang tidak mudah. Beethoven dilatih sangat keras oleh ayahnya. Beethoven harus belajar musik setiap hari hingga tak ada waktu untuk bermain. Bahkan, pernah jempol Beethoven bengkak karena ia harus menekan tuts piano terus-menerus.
Hal ini membuat ia sering kali didera rasa bosan saat belajar biola sehingga nada yang dihasilkannya pun sumbang. Gurunya menjadi patah semangat dan mengatakan “Musik bukan dunia Beethoven”. Namun, nasib berkata lain. Didikan keras ayahnya, talentanya, dan kerja kerasnya, akhirnya membuahkan kesuksesan. Sewaktu remaja, untuk mengejar karier, Beethoven pindah ke Kota Wina. Wina dikenal sebagai kota yang sering menghasilkan musisi andal pada saat itu. Ia berguru musik pada komposer terkenal di Kota Wina. Beethoven juga mendapat kesempatan mengadakan pertunjukan di Wuna. Ia akhirnya populer diantara orang-orang penting dan kaya di kota tersebut.
Saat ia berada pada puncak kariernya, ujian datang lagi. Ia mengalami masalah dengan pendengaran yang akhirnya membuatnya benar-benar tuli. Namun, saat ia berada di taman, ia menyaksikan keindahan alam dan merasakan gemerisik desiran angin sebagai alunan musik yang indah. Ketuliannya membuat ia berlatih lebih keras lagi dari sebelumnya. Ia menggunakan sebuah tongkat kayu yang salah satunya diikat ke piano, sedangkan ujung yang lainnya ia gigit. Melalui getaran suara yang merambat ke batang kayu itulah, ia melatih kepekaannya membaca nada-nada musik. Itulah Beethoven. Ia telah menghasilkan karya besar yang selalu dikenang sepanjang masa.
(Sumber gambar: https://www.themaestroart.com/portraits/ludwig-van-beethoven/)








