Komunikasi adalah hal yang sangat penting dari segi manapun. Semua butuh komunikasi. Terlebih lagi komunikasi antara anak dan orang tua. Dalam komunikasi tidak hanya terjadi pertukaran informasi saja namun juga terjadinya kesepahaman antar kedua belah pihak. Hal inilah yang dinamakan komunikasi efektif. Komunikasi efektif merupakan hal yang penting dan kompleks bagi semua pihak. Begitu pula dalam hubungan orang tua dengan anak. Penting bagi orang tua untuk menciptakan komunikasi terbuka dan efektif dengan anak demi terciptanya hubungan yang baik.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya komunikasi efektif antara orang tua dan anak, antara lain anak dapat belajar bagaimana berkomunikasi efektif karena melihat yang orang tua mereka lakukan. Dengan komunikasi efektif, anak pun merasa didengarkan dan dipahami sehingga dapat menumbuhkan penilaian positif dan penghargaan terhadap anak itu sendiri. Hal ini tentunya dapat menumbuhkan kepercayaan dalam diri anak. Sebaliknya komunikasi yang tidak efektif akan menciptakan perasaan tidak berharga atau tidak penting dan tidak dipahami. Anak-anak pun dapat melihat orang tua mereka sebagai sosok yang tidak dapat membantu dan dipercaya. Selain itu, dengan terciptanya komunikasi efektif antara orang tua dengan anak, membuat anak menjadi memahami harapan orang tua dan mereka pun akan cenderung berperilaku sesuai dengan harapan tersebut, begitu juga sebaliknya.
Dalam komunikasi efektif, terdapat keterampilan utama yang harus dimiliki yaitu keterampilan mendengarkan dan memahami dengan baik, sehingga tujuan yang ingin yang diraih dari komunikasi efektif adalah solusi, bukan saling menyalahkan. Komunikasi dalam keluarga harus diupayakan untuk dilakukan secara rutin, bukan jika ada permasalahan saja. Topik yang dibicarakan pun tidak perlu topik yang berat-berat. Topik sederhana seperti hobi, makanan kesukaan pun dapat dijadikan sebagai bahan pembicaraan. Kegiatan berkomunikasi seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat ikatan (bonding) antara orangtua dan anak. Juga meningkatkan trust anak kepada orang tua sehingga jika mereka memiliki masalah, mereka tidak sungkan untuk menyampaikan pada orang tua.
Kita juga harus tau komunikasi dalam keluarga yang keliru itu seperti apa sehingga tidak diulangi secara terus menerus; hanya berbicara ketika ada masalah, didominasi dengan emosi, underestimate pada keduanya, terlalu sering menceramahi, memberikan kritik berlebihan. Akibatnya yang terjadi adalah timbul sekat antara satu dengan yang lain, hingga akhirnya antara apa yang disampaikan satu pihak dengan yang diterima dan dipahami pihak lain menjadi tidak sinkron. Ujung-ujungnya akan memicu kesalahpahaman.
Bentuk komunikasi keluarga ditandai dengan interaksi keluarga satu sama lain. Ada bentuk komunikasi keluarga, sebagai berikut (Djamarah, 2014) :
- Komunikasi orang tua (suami-istri).
Disini lebih menekankan pada peran penting suami istri sebagai penentu suasana dalam keluarga. - Komunikasi orang tua dan anak.
Hubungan yang terjalin antara orang tua dan anak di sini bersifat dua arah, disertai dengan pemahaman bersama terhadap sesuatu hal di mana natara orang tua dna anak berhak menyampaikan pendapat, pikiran, informasi atau nasehat. - Komunikasi ayah dan anak.
Mengarah pada perlindungan ayah terhadap anak. Peran ayah dalam memberi informasi dan mengarahkan pada pengambilan keputusan pada anak yang peran komunikasinya cenderung meminta dan menerima.
Menurut Fitzpack dan badzinski yang dikutip oleh baxter & charlack,
(1996) dalam buku psikologi keluarga menyebutkan dua karakteristik yang
menjadi fokus penelitian komunikasi keluarga dalam relasi orang tua anak.
Partama, komunikasi yang mengontrol yakni tindakan komunikasi yang
mempertegas otoritas orang tua atau egalitarianisme orang tua-anak. Kedua,
komunikasi yang mendukung yang mencakup persetujuan, membesarkan hati, eksperi afeksi, pemberian bantuan, dan kerja sama. Komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting bagi orang tua dalam upaya melakukan kontrol, pemantauan, dan dukungan pada anak. Dukungan dapat dipersepsi positif atau negatif oleh anak, diantaranya dipengaruhi oleh cara orang tua berkomunikasi.
Komunikasi dijalin agar satu keluarga dapat saling terbuka dan harmionis. Kekompakan dalam keluarga tersebut pun akan semakin klop. Orang tua dapat memberikan perlindungan kepada anak melalui komunikasi yang terjalin antara keduanya agar orang tua dapat membekali dan melindungi anak dari kejahatan yang mengintai anak.



















