Abraham Lincoln, Sukses Jadi presiden, Sebelumnya Dianggap Bodoh dan Sering Gagal

Judul buku yang saya baca yaitu 20 Tokoh Sukses Dunia yang Dulunya Dianggap Bodoh. Dibawah ini merupakan salah satu tokoh dari 20 tokoh di buku ini yang sangat menarik dan menginspirasi bagi yang membaca.

Abraham Lincoln

Abraham Lincoln adalah seorang mantan Presiden Amerika yang dianggap berhasil dalam memimpin negara adidaya tersebut. Namun, ternyata ia dulunya paling banyak mengalami kegagalan sepanjang 20 tahun merintis karier politiknya. Kegagalan yang dialami Abraham Lincoln yaitu dikalahkan di badan legislatif, 2 kali gagal menjadi anggota kongres, 2 kali gagal menjadi anggota senat, dan pernah gagal saat mencalonkan diri menjadi presiden. Namun, ia memiliki rasa motivasi dan percaya pada potensi dirinya sehingga ia sukses meraih hati masyarakat Amerika yang memilihnya menjadi presiden. Selain itu, ia juga berhasil menghapus perbudakan yang memang sulit di berantas pada masa itu.

Demikian cerita singkat Abraham Lincoln yang saya baca di buku tersebut.

(Sumber gambar: https://dlpng.com/png/1032523)

Mengisi liburan bersama keluarga – Desember 2019

Foto di Talaga Bodas
Talaga Bodas

Setelah menerima rapot pada tanggal 21 Desember 2019, sayapun memiliki ‘hak’ untuk liburan selama sekitar 15 hari, yaitu dari tanggal 22 Desember 2019 hingga tanggal 5 Januari 2020. Lumayan lama, setahun liburan saya hehehe.

Selama masa liburan tersebut saya isi dengan berbagai kegiatan, diantaranya berlibur mengikuti liburan keluarga, yaitu bersama babab (demikian sebutan saya untuk ayah saya) dan bunda. Kami ke luar kota selama 4 (empat) hari, yaitu tanggal 26 Desember sampai dengan 29 Desember 2019.

Kami bertiga, yaitu saya, Babab dan Bunda siap untuk liburan. Di hari pertama liburan, dengan Babab sebagai supirnya, kami mengendarai kendaraan sendiri dengan tujuan pertama kami adalah ke Garut, tetapi mampir dulu ke rumah teman Babab saya di Cianjur, yaitu pak Priyo, sehingga kami berangkat melewati jalur puncak pas. Sampai di sana, kami diajak makan ikan goreng hasil pancingan pak Priyo yang sangat lezat itu serta diajak berkeliling melihat lingkungan sekitar, yaitu berupa sungai yang deras airnya, pintu air dan sumber mata air yang oleh penduduk sekitar – obyek wisata tersebut diberi nama: ‘Dawuan’. Pak Priyo sendiri, di rumahnya memiliki banyak kolam untuk tempat pemancingan ikan yang dapat disewakan pada pengunjung yang ingin mancing.

Saat sore hari, setelah kenyang menikmati sajian pak Priyo, kami memutuskan melanjutkan perjalanan menuju Garut. Di sana kami mencari hotel untuk menginap, tetapi banyak hotel yang sudah penuh. Akhirnya kami memilih makan malam dulu baru mencari hotel setelahnya, yaitu di dekat pusat Kota Garut – di sebuah warung Ramen. Lalu kami mencari hotel lagi dan akhirnya mendapat hotel yang bernama Hotel Suminar. Kami menginap 1 (satu) malam di sana.

Keesokan harinya, kami pergi ke Talaga Bodas. Perjalanan ke sana melewati jalan yang sempit diantara bukit-bukit yang berkelak-kelok. Sampai di sana, aku melihat pemandangan danau berwarna putih (itulah mengapa ia disebut dengan Talaga Bodas – yang berarti danau yang berwarna putih dalam bahasa Sunda) yang berasal dari sekumpulan kawah belerang yang mengairi danau yang sangat indah tersebut. Kami berfoto-foto dan mencoba merasakan air belerang. Cuaca di sana mendung dan berkabut menambah kesyahduan dan keindahan suasana di Talaga Bodas dan sekelilingnya.

Keluarga

Setelah dari sana, kami mengarahkan tujuan langsung menuju alun-alun Kota Garut. Di sana kami makan siang dan salat di Masjid Raya Kota Garut. Suasana di dalam dan di sekitar masjid sangat ramai. Setelah selesai beristirahat, salat dan makan siang, kamipun melanjutkan perjalanan ke Ciamis.

Perjalanan menuju Ciamis melewati Tasikmalaya. Sesampainya kami di Ciamis, kami menginap di Hotel Priangan. Di Ciamis, kami berjumpa dengan teman Babab, yaitu tante Wuri yang akhirnya membawa kami ke tempat makan di Ciamis yang cukup terkenal, yaitu Warung Jeruk – yang terkenal karena sajiannya berupa menu makan khas Sunda yang lengkap dan harganya yang cukup murah.

Pagi harinya, kami bersiap-siap untuk pergi ke Pantai Pangandaran yang ditempuh sekitar tiga jam-an. Sampai di sana, kami makan siang di dekat pantai. Lalu kami mencari hotel untuk menginap. Setelah berkeliling, baik melalui media online maupu mendatangi hotel secara langsung, akhirnya kami mendapatkan hotel yang bagus dan sesuai dengan keinginan saya yaitu hotel yang berada langsung di depan atau menghadap pantai. Hotel tersebut bernama Paluvi Hotel.

Sore harinya, kami jalan-jalan di pantai, tetapi cuacanya mendung dan hujan rintik, sehingga kami hanya melihat dari pinggir pantai. Setelah itu kami membeli makan malam untuk dimakan di hotel berupa nasi goreng dan siomay.

Besok paginya, kami bermain di pantai. Saya melihat laut yang luas dan pemandangan bukit di kejauhan yang indah. Selain itu, saya dan bunda juga bermain air dan berfoto-foto (untuk bagian foto-foto itu bagian Babab, karena ia tidak ikut berenang/bermain air). Setelah dari pantai, kami kembali ke hotel untuk sarapan. Kami sempat berbelanja sedikit untuk oleh-oleh di pasar pantai (pasar di depan pantai). Lalu kami bersiap-siap untuk pulang.

Perjalanan pulang sampai Bogor membutuhkan waktu sekitar 7 (tujuh) jam. Kami melewati Ciamis, lalu di arahkan tidak melalui jalur Nagreg, tetapi melewati tol Cipali. Di jalan tol, kami sempat istirahat sejenak di rest area. Akhirnya, setelah perjalanan yang cukup lancar, panjang serta melelahkan, sekitar jam 2 pagi, kamipun tiba di rumah dan perjalanan panjang kamipun selesai.

Sebagai tambahan, sepanjang perjalanan dari Bogor hingga ke Bogor lagi, kami dibantu oleh aplikasi penunjuk jalan yang sangat bermanfaat dan memberikan penunjuk jalan menuju arah yang lebih cepat masa tempuhnya, yaitu aplikasi Waze. Babab sangat menyukai aplikasi tersebut.

Resume buku Touche

Buku Touche
COVER BUKU TOUCHE

Judul buku: Touche

Pengarang: Windhy Puspitadewi

Halaman: 201 halaman

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: Maret 2018

Riska memiliki kemampuan touche, yaitu bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan. Selain Riska, ada juga Dani yang bisa menyerap tulisan dan Indra yang bisa membaca pikiran. Suatu hari, Pak Yunus (guru baru) mengajak mereka masuk ke rumahnya untuk menjelaskan tentang touche, tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan touche, dan beberapa agen yang mengincar touche. Lalu Pak Yunus juga mengajak ke kafe untuk bercerita bahwa ada penculik touche yang sudah masuk ke Surabaya dan menyuruh mereka bertiga untuk waspada. Sudah beberapa hari Pak Yunus tidak ada kabarnya. Indra pun membaca pikiran sopirnya bahwa Pak Yunus diculik. Indra, Riska, dan Dani harus bisa memecahkan kode yang ada di puisi kuno yang merupakan petunjuk dari si penculik. Mereka bertiga bekerja keras untuk bisa memecahkan kode itu. Akhirnya mereka bisa memecahkannya dan keesokan harinya mereka berangkat ke Solo menggunakan kereta. Saat sampai disana, Indra melihat mobil bercat hijau muda yang pernah mencoba untuk menculik Dani. Mereka pun mengikutinya dan sampai di Keraton Surakarta. Saat masuk ke dalam keraton, Indra tertangkap oleh si penculik dan langsung membawanya pergi. Riska dan Dani mendapat kode dari Indra lewat telepon. Indra menjelaskan warna cat rumah, lokasi, dan ciri-ciri rumah memakai sandi morse. Lalu mereka mencari dan akhirnya menemukan rumah itu. Saat masuk, di dalam hanya ada Pak Yunus, karena Indra sudah dibawa pergi. Esok hari mereka mencoba mencari Indra di sebuah komplek. Riska melihat ada mobil bercat hijau muda di suatu rumah berlantai 2. Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah dan menemukan Indra. Tetapi Indra menyuruh Riska dan Dani untuk pergi karena dibalik semua ini adalah ulah Pak Yunus. Saat mereka hendak pergi, Pak Yunus dan kawannya sudah menahannya dari belakang. Indra menjelaskan bahwa ini semua adalah “permainan” Pak Yunus. Dia hanya ingin membuktikan sesuatu dengan menyiapkan “permainan” ini.

Design a site like this with WordPress.com
Get started