Makan di Sate Sari Asih, Kabupaten Cianjur

Sepulang dari menginap di Athalia Resort, di daerah Puncak, kami sekeluarga tidak langsung pulang ke rumah, tetapi mampir dulu ke daerah Kabupaten Cianjur untuk makan sate yang bernama Sate Sari Asih. Sepertinya rumah makan ini sudah banyak di kenal oleh masyarakat karena saat kami ingin parkir di tempat tersebut, ternyata parkiran sudah sangat penuh, dan otomatis kami parkir pararel di pinggir jalan. Dan di pinggir jalan tersebut juga sudah ada dua mobil yang terparkir disitu.

otw ke tempat sate

Sebelumnya aku ingin bercerita sedikit tentang perjalanan menuju tempat sate itu. Jadi kami melewati Puncak, dan saat itu terjadi macet yang lumayan panjang saat setelah keluar dari gerbang hotel. Mungkin sekitar setengah jam macetnya. Jalanan mulai lancar kembali saat sudah menanjak. Aku melihat pemandangan yang sangat indah, seperti kebun teh yang asri, bukit-bukit yang hijau, dan perkotaan yang terlihat kecil di bawah sana. Hingga setelah melewati Puncak Pass, maka jalanan mulai turun. Dan kami kembali terjebak macet karena ada nya beberapa pekerja yang mencegah longsor dari tebing yang miring dengan cara seperti di beri penahan, dan tentunya ada beberapa alat berat yang membuat jalan semakin mengecil. Setelah melewatinya, kami langsung siap-siap menggunakan masker karena tempat sate itu tidak jauh dari Istana Kepresidenan Cipanas, kurang lebih 2 kilometer.

Saat sampai, kami langsung mencari tempat duduk, dan mendapat tempatnya di bagian yg sebelah kiri, karena yang sebelah kanan sudah penuh. Lalu aku duduk sebentar, dan setelah itu langsung memesan sate maranggi 15 tusuk dengan lemak, dan 10 tusuk daging biasa atau tanpa lemak. Di sana juga bisa memilih, mau makan dengan nasi atau ketan bakar. Dan kami memilih makan dengan ketan bakar yang rasanya tak kalah enak. Tak lengkap rasa nya makan tanpa minum, sehingga kamu juga memesan es kelapa yang masih utuh di batok nya (tidak di gelas). Rasanya nikmat sekali makan sate maranggi dengan minum nya kelapa yang utuh yg masih segar alami. Setelah kenyang dan puas, ibu ku membayar pesanan kami semua dan setelah itu langsung pergi lagi

😋😋😋

Destinasi selanjutnya ada di blog berikut nyaa….

Menginap di Athalia Resort, Puncak

Minggu ini, kegiatanku agak berbeda dari biasanya, karena aku ikut ayah ku ke Athalia Resort, di Puncak. Ayahku ada semacam tugas/kegiatan dari kantornya. Jadi, aku akan bercerita yg saya lakukan di sana.

Aku dan keluarga berangkat dari rumah menuju resort itu sekitar jam 12.00. Kami berangkat agak siang karena aku ada ujicoba PAS (Penilaian Akhir Semester) jam 8-9 pagi. Sampai disana sekitar jam setengah 2, jadi ya kira-kira 1½ jam perjalanan. Saat sampai disana, saya langsung ke kamar yg sudah di pesan lalu istirahat. Kamarnya bernomor 540. Didalamnya terdapat 3 bed, dan tentunya kamarnya luas dan lumayan nyaman. Di hari pertama ini, saya tidak menjelajah/berkeliling di area resort ini.

Di hari ke 2,3,& 4, aku jalan pagi dengan ibu ku ke Indomaret di sebelah pintu masuk Athalia Resort. Dari tempat hotelku ke depan gerbang masuk, jaraknya sekitar 500 meter, ga terlalu jauh sih, namun di pertengahan terdapat tanjakan yg agak tinggi dan membuat sedikit lelah. Namun walaupun lelah, setelahnya aku jajan juga di Indomaret untuk menghilangkan rasa penat & haus. Setelah itu, kami kembali ke hotel dan istirahat sejenak sebelum makan siang. (hari ke 3) Siang nya kami tidur siang sebentar, lalu sekitar jam 5 an, kami sekeluarga pergi bermain ke sungai yang letaknya tidak jauh dari hotel kami. Kami berfoto-foto dan bermain air. Tidak lama, terdengarlah azan Maghrib yang membuat kami harus berhenti bermain dan kembali ke hotel dan beristirahat.

Resort ini menurut ku sangat bagus. Tempat ini juga sangat luas dengan adanya rumah² penginapan lain, tempat outbond, meeting room yg lumayan besar, dan juga ada lapangan sepakbola (namun tidak besar seperti seharusnya dan gawang hanya 1). Selain itu, pemandangannya juga bagus. Saya lumayan suka menginap di sini.

Keseharianku

Aktivitas yang saya lakukan setiap hari selama pandemi COVID-19 ini yaitu menyapu halaman rumah, terkadang berolahraga seperti jogging dan bermain bola. Kegiatan tersebut seringnya saya lakukan di pagi hari sebelum melakukan daring. Saya melakukan daring dari jam 08.00-14.00 (normal nya), tetapi bisa juga lebih tergantung tugas yang dikerjakan. Di sore harinya, saya biasanya kembali berolahraga jogging dan bermain bola di lapangan sebelah rumah dari mulai jam 4 sampai Maghrib tiba. Namun akhir-akhir ini selalu hujan setiap sorenya (karena memang sedang musim hujan), sehingga jarang-jarang olahraga di sore hari.

Disamping kegiatan yang ada di luar rumah, adapun kegiatan yang dilakukan di dalam rumah seperti mengaji, membaca buku, dan belajar bahasa inggris. Dan sekarang saya dan keluarga lagi sering menonton film-film di Netflix. Kami menontonnya jika ada waktu luang seperti setelah makan siang/malam sambil beristirahat dan cemal-cemil. Tentunya kami jarang menonton film yang berseri-seri seperti drama korea dan lain-lain. Kami suka menonton film yang bergenre drama keluarga, horror, dan petualangan. Dan juga tontonannya yang sesuai atau bisa di tonton oleh semua anggota keluarga.

Perkembangan Selama Latihan di Mutiara 97 FC

Jadwal latihan di Mutiara 97 FC yaitu setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Hari Rabu dan Jumat mulai latihan pukul 14.00, sedangkan hari Minggu pukul 09,00. Dikarenakan saya tidak pernah absen untuk latihan di SSB tersebut, saya merasa ada perkembangan di dalam diri saya, mulai dari skill, passing, shooting, dan lain lain. Saya menjadi lumayan kuat fisiknya karena bermain full lapangan. Disana juga lebih dilatih/difokuskan ke first touch atau sentuhan awal, apalagi saya yg posisinya di gelandang, harus bisa sentuhan awal yg tepat. Selain itu kita juga dilatih kebersamaan/kekompakan dengan cara melakukan beberapa games.

Skuad 2007 Mutiara 97 FC

Di Mutiara 97 FC, saya sudah mengikuti beberapa event ke luar daerah maupun di dalam daerah. Salah satu event yg ada di luar Bogor yaitu Friendly Match yang diselenggarakan di Cipayung, Puncak pada minggu kemarin. Dan juga akan ada beberapa event ke depannya namun belum pasti. Hal ini membuat saya bisa menambah pengalaman dalam bertanding dan mematangkan skill saya dalam bermain bola. Saya juga mendapat poin-poin penting saat latihan sehingga bisa di praktekkan di dalam lapangan. Saya sangat senang dan nyaman latihan di SSB ini.

Kucing Lahiran

Kali ini saya akan bercerita tentang lahiran kucing saat sedang silahturahmi dengan saudara di Jakarta. Menurutku ini ceritanya menarik. Selamat membaca.

Jadi, pada saat itu, saya dan keluarga berangkat ke Jakarta untuk memulangkan ninin yang dari sebulan yang lalu menginap di rumah kami. Saat sampai di sana, saya ngobrol-ngobrol dengan kakak saudara saya (Jofi) dan juga makan beberapa cemilan. Beberapa saat kemudian, datanglah seekor kucing (Doly) yang mengeong beberapa kali di depan rumah, lalu Jofi membawanya keluar.

1 jam kemudian, saatnya makan siang. Saya disuruh mengajak Jofi untuk makan siang bersama. Namun, ia tak lekas kembali dari 1 jam yang lalu. Saya pun mencarinya di depan rumah, namun tetap tidak ada. Dan saat saya ingin kembali masuk ke rumah, saya mendengar suara kucing mengeong dari arah rumah sebelah. Saya pun penasaran dan melihat ke arah rumah tersebut, dan ternyata suara itu dari si Doly yang sedang melakukan proses lahiran dan di sampingnya juga ada Jofi yang sedang menemaninya. Saat saya lihat si Doly yang ditaruh di bak yang tidak terlalu besar, ternyata proses lahirannya sudah selesai dan melahirkan 3 anak. Kemudian saya pun mengajak Jofi makan siang dan si Doly masih ada yang menemaninya yaitu kakaknya yang bernama Pentol.

Sekian cerita pengalaman saya dalam melihat proses kucing melahirkan. Jika ingin melihat video proses lahirannya, silahkan cek/tonton di channel Youtube saya: Ghia Bugiputra. Jangan lupa juga like, komen, & subscribe.

Tahlilan Online

Beberapa hari yang lalu, saya dan keluarga diberikan berita duka atas berpulangnya saudara Alm. Madi Ahmad Zulkarnain (adik dari ayah saya) pada hari Minggu, 20/09/2020. Setelah itu, saya langsung menuju rumah duka yang suasananya sudah ramai saat saya dan keluarga serta nin Ade (ibu dari almarhum) baru sampai. Pemakaman di lakukan setelah melaksanakan Sholat Asar. Tempat pemakaman lumayan jauh dari rumah duka dan kondisi cuaca saat itu sedang hujan, sehingga agak sulit karena tanah kuburan disana menjadi becek dan tentunya menjadi licin. Setelah kegiatan pemakaman selesai, dan yang hadir di pemakaman sudah kembali ke rumah duka, selanjutnya bersiap melakukan Sholat Magrib dan juga disiapkan kursi-kursi di depan rumah untuk melakukan tahlilan. Tahlilan dilakukan setelah Sholat Isya berdurasi sekitar 1 jam an. Setelah selesai, saya dan keluarga sempat beristirahat sebentar dan setelahnya langsung pulang.

Hari esoknya (Senin), tepatnya setelah Sholat Isya, kami melakukan tahlilan online. Saya berada dirumah, dan saudara-saudara saya berada di rumah duka. Kami melakukannya dengan melalui aplikasi Whatsapp lewat Video Call. Tahlilan di mulai pada jam 8 sampai setengah 9 malam. Keadaan di rumah duka saat itu kelihatan lumayan ramai, tidak berbeda jauh dari hari sebelumnya.

Hari berikutnya (Selasa), juga setelah Sholat Isya, kami melakukan lagi tahlilan online. Namun saat itu saudara yang hari Senin berada di rumah duka, sedang tidak di rumah duka, melainkan di rumahnya. Kami juga melakukannya lewat Video Call. Tetapi, anak dari almarhum tidak bisa di hubungi, sehingga kami melakukan tahlilan dengan saudara yang sudah pulang (Mama Fifi), tidak tahlilan bersama dengan yang di rumah duka. Setelah melakukan tahlilan, ninin kembali menelepon Bang Rayhan (anak dari almarhum), dan ia bilang bahwa tadi sedang sibuk mengurusi tamu yang datang sehingga kelupaan untuk menghubungi kami.

Hari terakhir tahlilan dilakukan pada Hari Jumat, setelah Isya. Nah, hari itu kami melakukannya lewat aplikasi Zoom, dan tentunya banyak yang hadir, dari saudara dekat, hingga saudara jauh. Namun, Buci (kakak dari ayah saya dan almarhum) tidak bisa menghadiri tahlilan tersebut, karena mungkin mengalami kendala saat ingin masuk ke aplikasi Zoom. Selanjutnya, tahlilan di mulai dengan didahulukan pembukaan oleh ayah saya, dan kemudian melakukan tahlilannya dengan membaca Surat Yasin dan beberapa doa. Setelah selesai, ayah saya tidak langsung menutup tahlilannya, namun membiarkan ninin untuk bersilahturahmi dengan para saudara seperti saling menyapa dan lain-lain. Acara ini terlihat ramai dan tentunya menyenangkan.






Menang Tanding di Depok

Pengalaman saya dalam mengikuti “friendly match” di klub baru saya sudah beberapa kali. Salah satunya yaitu bertanding di Stadion Merpati, Depok. Stadion itu memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan bagus. Rumputnya yang rapi dan tidak ada tanah yang bergelombang. Stadion ini merupakan salah satu stadion di Indonesia yang tidak memiliki jalur atletik.

Para orangtua sepakat untuk berkumpul di stadion itu pada pukul 06.30 WIB, karena pertandingan akan dimulai satu jam berikutnya (07.30 WIB). Tentunya saya harus berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 karena jarak dari rumah menuju stadion lumayan jauh. Saya berangkat menggunakan mobil pribadi karena jika satu kendaraan dengan orang lain lebih beresiko tertular virus COVID-19. Kami memutuskan untuk lewat tol agar lebih cepat sampai.

Seperti yang di rencanakan, hampir semua pemain sampai di stadion pukul 06.30, ada yang telat beberapa menit. Saat ingin masuk ke dalam stadion, semua pemain harus mencuci tangan dengan sabun yang sudah di sediakan dan tentunya ada pengecekan suhu. Bila ada yang suhunya di atas 37 derajat celcius, maka tidak di perbolehkan masuk. Setelah masuk ke dalam stadion, kami langsung ganti baju yang sudah di sediakan oleh pelatih di ruang ganti.

Saatnya masuk ke lapangannya. Saya dan tim melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan membuat lingkaran dan sang kapten berada di tengah sebagai pemandu. Kami melakukan pemanasan sekitar 15-20 menit dengan tambahan beberapa materi. Kami melakukannya dengan sungguh-sungguh karena berharap ingin mendapatkan kemenangan.

Pertandingan di mulai. Kami bermain 2 x 25 menit (1 babak 25 menit). Kick off dimulai dari tim lawan (Persikad Depok). Awalnya, kami kebobolan 1 gol lewat kesalahan gelandang bertahan, namun kami berhasil membalas 2 gol. Kami bermain dengan lebih banyak passing dan umpan terobosan. Dengan ini, kami menguasai penguasaan bola di babak pertama serta unggul 2-1. Dalam istirahat ini, pelatih menyuruh kami untuk bermain menyerang dengan membangun serangan dari belakang dengan rapih tanpa membuat kesalahan di daerah sendiri, khususnya di daerah pinalti.

Di babak kedua ini, kami bisa melakukan apa yang di minta pelatih. Kami bisa lebih banyak membuat peluang dari pada tim lawan. Alhasil, kami berhasil menambah 3 gol lagi sampai babak ke dua selesai. Saya hampir bisa mencetak gol lewat tendangan free kick, namun berhasil di tepis kiper lawan. Skor akhir dari pertandingan ini adalah 5-1 dengan keunggulan tim saya. Kemenangan ini di raih berkat kerja sama tim, bukan perorangan.

Setelah ganti salin dan briefing sebentar membahas pertandingan tadi, saya dan tim diberi nasi box dan langsung makan bersama di tempat duduk luar stadion.

Dalam pertandingan ini, banyak ilmu yang bisa di pelajari, seperti jika bermain harus sportif, saling kerja sama dalam tim, dan banyak lainnya.

1998

Menurut saya, novel ini lebih banyak menceritakan tentang kekeluargaan daripada tentang perjuangan anak muda di tahun tersebut.

Putri, seorang anak Walikota Malang, mempunyai kakak laki-laki bernama Galih. Sejak lulus SMA, Galih memilih pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliah disana. Menurut dia keadaan di Indonesia sudah kacau, dipimpin oleh pemimpin otoriter, dan sudah tidak bisa fokus saat belajar karena akan bentrok dengan demo-demo mahasiswa. Namun, menurut Putri, pendapat kakaknya salah. Karena keadaan di Malang biasa-biasa saja dan ia masih memiliki sahabat yg setia menemaninya, Heni.

Ninik, ibunya Putri, memiliki sifat sangat sabar dalam mendidik putrinya. Putri sering di ajak oleh teman kuliahnya untuk berdemo di Senayan ataupun di depan kampusnya (Universitas Brawijaya, Malang). Ibunya selalu bilang bahwa ikuti saran ayah Putri “jangan terbawa-bawa oleh teman aktifismu itu!”. Ninik juga sering menghibur Putri saat bersedih karena semakin sedikit teman yg sering dia ajak ngobrol. Kecuali sahabat terdekatnya, Heni. Putri sering main ke rumah Heni, begitupun sebaliknya. Ninik sudah menganggap Heni sebagai anaknya, begitupun ibunya Heni yang menganggap Putri sebagai anaknya.

Ada juga Neno yg merupakan sahabat putri. Namun, lama-kelamaan, ia juga menjadi aktifis kampus. Tetapi Neno tetap memberi perhatiannya kepada Putri, tidak seperti yang lain. Menurut Putri, ia merupakan lelaki terbaik di kampusnya pada saat itu. Semakin lama, ada perasaan di hati mereka berdua. Hingga akhirnya, mereka pun berpacaran. Teman-temannya pun kaget, bagaimana Neno yang hanya menjadi nelayan, bisa memikat hati seorang anak walikota. Putri ternyata tidak melihat sisi ekonominya, melainkan ketulusan cintanya.

Demo-demo mahasiswa mulai tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya di Senayan. Mendengar adanya demo di Senayan, Gundul, Rudi, Marzuki(teman-teman Putri), dan juga Neno akan menuju kesana. Putri saat mendengar hal itu, ia merasa geram dan sempat tidak menyetujuinya, namun Neno tetap mau berangkat karena menurutnya demi kepentingan bangsa. Putri pun akhirnya menyetujuinya, karena ia tau ini merupakan resiko berpacaran dengan aktifis kampus.

Tak disangka!!! Neno menghilang. Menurut teman-temannya, Neno pada saat itu keluar dari kosnya menuju ke warung pecel untuk menelepon Putri. Namun Neno tidak terlihat lagi. Menurut yang lain, ia diculik karena dianggap aktifis berbahaya oleh orang tak bertanggung jawab.

Soeharto pun akhirnya lengser pada tanggal 21 Mei 1998. Banyak sudah masyarakat yang menuntutnya turun dari jabatannya. Kerusuhan massa juga merebak di seluruh pelosok negeri. Hingga ada beberapa menteri yang mengundurkan diri. Namun walaupun Soeharto sudah turun, tetap saja, tidak ada yang bertanggung jawab terhadap hilangnya mahasiswa/pendemo.

Setelah lama tidak ada kabar dari Neno, Putri memutuskan melanjutkan S-2 di Amerika bersama Marzuki. Putri masih sangat sedih ditinggal kekasihnya. Banyak orang yg bilang bahwa Neno sudah meninggal. Ada juga yg bilang bahwa Neno kabur ke luar negeri dan tidak akan kembali karena akan berbahaya. Dan ternyata benar!! Om Joko (paman Putri) bertemu dengan Neno di Paris. Neno berkata ia tidak bisa pulang ke Indonesia lagi, karena ia bisa ditangkap lagi dan bisa membahayakan keluarga Putri. Putri hanya bisa bersedih mendengar hal ini.

Setelah menyelesaikan S-2 nya, Putri kembali ke Indonesia dan memutuskan untuk menikah dengan Marzuki agar ia bisa melupakan kesedihannya dengan mempunyai anak.

Departure

Namanya Gifty. Ia berasal dari Bandung. Saat lulus SMA, ia disuruh Ibu tirinya untuk menempuh pendidikan kuliah di Foshan, China. Namun, kakaknya sempat tidak setuju karena ia merasa Gifty tidak bisa berbahasa asing dan juga ia tidak rela. Namun, mau tidak mau, ia harus melepaskannya.

Selain berkuliah, Gifty juga membantu jualan bibi asrama di dekat kampusnya. Kadang ia membantunya sebelum berkuliah. Ia sedikit kurang bisa beradaptasi dengan orang lokal disana. Namun ia yakin hanya cukup belajar bahasa mereka dan saling sapa.

Saat ia berkuliah disana, ada seseorang yang tiba-tiba ingin membantunya untuk mendapatkan poin (di kampus tersebut jika ingin lulus, harus mendapatkan banyak poin dari tugas-tugas yang tersedia). Namanya adalah Kai Wei. Dia merupakan sekretaris koordinator di kampus tersebut. Ia berniat membantu Gifty karena jika ia membantu orang lain, maka ia juga akan mendapatkan poin tambahan yang lumayan banyak.

Mereka pun saling kenal dan banyak membantu. Hingga ada event yang mewawancarai salah satu mahasiswa terkenal sekaligus ketua di salah satu organisasi di kampus itu, bernama Lei Han. Ia juga ternyata pemilik perusahaan software terbesar di Cina. Gifty di tunjuk oleh Kai untuk yang mewawancarai Lei di radio kampus. Gifty pun menyetujuinya.

Saat acaranya dimulai, Gifty memperkenalkan diri terlebih dahulu. Hingga saat ia disuruh memberi pertanyaan dari aba-aba Kai, tak disangka, Gifty melakukan hal yang tak terduga. Ia memberi pertanyaan masalah pembunuhan. Semua orang di studio itu kaget termasuk semua mahasiswa yang mendengarnya lewat radio kampus. Ternyata, sejak Gifty pertama kali berkuliah disana, dia sudah menyusun rencana untuk menghancurkan hidup Lei Han. Menurut Gifty, Lei lah yang sudah membunuh ibu kandungnya. Karena saat ia pulang setelah daftar di kampus itu, ia melihat Lei membawa jasad ibunya yang sudah tidak bernyawa. Gifty pun ingin membalas dendam.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, secara tak terduga justru Lei menawari Gifty menjadi asisten pribadinya bersama Kai dan Jin Ru (teman Kai). Ternyata ketiganya sudah membenci Lei sejak lama dengan alasan yang berbeda. Gifty tentunya tak menolak karena dia bisa mengetahui kelemahan Lei Han.

Lei pun memberi masing-masing tugas yang berbeda, mulai dari merekap rapat yang dihadiri Lei Han, mengurus laman, mengatur jadwal Lei setiap hari, dan masih banyak lagi. Mereka bertiga pun mengangguk setuju walaupun awalnya sempat berdebat dengan Lei.

Sudah lumayan lama mereka bekerja untuk Lei. Terkadang mereka merasa sedikit nyaman denga ruangan kerjanya yang sudah dipenuhi dengan teknologi canggih, terkadang juga merasa kesal karena tugas yang tak kunjung selesai dan terus bertambah. Hingga saat waktunya pulang dari kampus, Lei mengajak Gifty ke apartemennya karena ingin berbicara sesuatu. Saat sampai di apartemennya, Lei memberi lima CD kepada Gifty dan suruh menontonnya. Tak disangka, ternyata ibu kandung Gifty pernah menjadi pembantu Lei Han. Lei pun menganggap ibu kandung Gifty seperti ibu kandungnya sendiri. Karena ia merasa ia sangat diperhatikan dan disayangi. Ia juga menjelaskan bahwa bukan dia yang membunuh ibu kandung Gifty. Lei bercerita bahwa saat menemukannya, ibunya Gifty sudah tidak bernyawa. Ia tidak tahu siapa pelakunya. Gifty pun menangis dan ia merasa bersalah karena sudah berprasangka buruk terhadap Lei Han. Ia juga tidak menyangka bahwa meski ia sudah mempermalukannya saat di studio radio, Lei tetap bersikap baik terhadapnya.

Mereka pun sudah lumayan akrab dan melanjutkan kuliah seperti biasa tanpa ada dendam diantara mereka.

Cinta Gangga

Buku ini merupakan novel India yang menceritakan perjalanan cintanya Gangga mulai dari remaja hingga menikah. Berikut rangkaian ceritanya….

Sejak remaja, Gangga sudah dikaitkan dengan yang namanya cinta. Ia sering dijodohkan oleh orang untuk menikah, namun saat itu ia belum siap. Hal ini dikarenakan Gangga memiliki sikap yang sempurna, seperti baik hati, penurut, peduli, dan selalu sabar. Hingga akhirnya, ia menemukan lelaki yang menurutnya baik untuk dijodohkan dengannya. Akhirnya mereka pun menikah.

Belum lama dari hari pernikahannya, suaminya yang bernama Vikram, jatuh sakit. Gangga yang memiliki sifat peduli, menyuapi makanan untuk Vikram setiap hari tanpa mengeluh. Namun suatu hari, Vasudev (kakak ipar Vikram) yang menyiapkan makanan dan memberikan kepada Gangga untuk Vikram. Dan yang terjadi adalah Vikram keracunan makanan dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga Vikram menyebut Gangga yang telah membunuh Vikram. Padahal yang berulah adalah Vasudev. Gangga pun diasingkan dan akhirnya ia pulang ke rumah.

Suatu hari, keluarga Vikram datang ke rumah Gangga untuk meminta maaf karena kesalahpahamannya. Ia memberi tahu bahwa Vasudev sudah dipenjarakan. Gangga pun memaafkannya. Mereka pun sudah akur kembali.

Design a site like this with WordPress.com
Get started