Sumber yang ku ulas di bawah ini adalah saat khutbah Solat Idul Adha di rumah, karena saat itu masjid sedang ditutup karena adanya PPKM dan juga virus covid yang masih ganas.
Sekarang, banyak dijumpai orang yang terpapar covid-19. Sebagian sembuh, sebagian tidak. Namun, pandemi ini di Indonesia masih terkendali. Hal ini berdasarkan data terakhir yang memperlihatkan bahwa di Indonesia, 2,88 juta kasus positif, meninggal kurang lebih 7 ribu, dan yang mengalami kesembuhan sebanyak 2,26 juta. Diluar data terpapar itu, ada hal yang lebih mengkhawatirkan dan harus diperjuangkan, yaitu jihad online. Yang dihadapi adalah mereka si penebar hoax, false news, dan fitnah. Banyak sekali beredar info-info menyesatkan yang tersebar seputar covid ini. Contoh kecil, 1 dari 3 orang di Jakarta tidak mau di vaksin. Di Jawa Barat, berdasarkan survei, 43,9 persen kaum mudanya menolak divaksin (hanya sekitar 45,1 persen yang bersedia). Alasan-alasan penolakannya tersebut berdasarkan informasi yang tidak dipertanggung jawabkan. Sementara, herd immunity baru akan dicapai apabila 70 persen dari jumlah populasi di Indonesia sudah divaksinasi. Contoh lain info-info yang tidak benar antara lain: vaksin mengandung chips, vaksin mengandung babi, konspirasi, covid tidak ada, hingga covid adalah untuk membersihkan etnis tertentu. Hal semacam itu harus dibasmi.
Cara jihad medsos yaitu sesuai kemampuan kita saja. Dapat kita lakukan secara online, yaitu kita mengedepankan fiqih online, diantaranya: perbanyak membuat konten positif atau share-share info yang positif, berpegang teguh pada kebijakan dan aturan pemerintah, perbanyak membaca informasi dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan/terpercaya, banyak melatih diri untuk selalu saring sebelum sharing, membantu melaporkan pada pihak berwajib jika membaca/melihat informasi yang tidak benar atau melanggar. Himbauan ini sesuai dengan seruan dari Ketua Umum PBNU beberapa waktu yang lalu. Ladang amal kita untuk berjihad sangatlah luas. Maka, gunakan sebaik-baiknya.
Hal yang harus saya dan tentunya kita semua lakukan dalam keadaan ini adalah tetap menjaga protokol kesehatan; mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Selain itu juga seperti yang sudah saya ulas diatas, kita harus menyaring berita-berita yang didapat, dan jangan langsung percaya pada berita yang tidak diketahui sumbernya, mungkin saja itu tidak benar/hoax.













