Keadaan Covid-19 di Indonesia

Sumber yang ku ulas di bawah ini adalah saat khutbah Solat Idul Adha di rumah, karena saat itu masjid sedang ditutup karena adanya PPKM dan juga virus covid yang masih ganas.

Sekarang, banyak dijumpai orang yang terpapar covid-19. Sebagian sembuh, sebagian tidak. Namun, pandemi ini di Indonesia masih terkendali. Hal ini berdasarkan data terakhir yang memperlihatkan bahwa di Indonesia, 2,88 juta kasus positif, meninggal kurang lebih 7 ribu, dan yang mengalami kesembuhan sebanyak 2,26 juta. Diluar data terpapar itu, ada hal yang lebih mengkhawatirkan dan harus diperjuangkan, yaitu jihad online. Yang dihadapi adalah mereka si penebar hoax, false news, dan fitnah. Banyak sekali beredar info-info menyesatkan yang tersebar seputar covid ini. Contoh kecil, 1 dari 3 orang di Jakarta tidak mau di vaksin. Di Jawa Barat, berdasarkan survei, 43,9 persen kaum mudanya menolak divaksin (hanya sekitar 45,1 persen yang bersedia). Alasan-alasan penolakannya tersebut berdasarkan informasi yang tidak dipertanggung jawabkan. Sementara, herd immunity baru akan dicapai apabila 70 persen dari jumlah populasi di Indonesia sudah divaksinasi. Contoh lain info-info yang tidak benar antara lain: vaksin mengandung chips, vaksin mengandung babi, konspirasi, covid tidak ada, hingga covid adalah untuk membersihkan etnis tertentu. Hal semacam itu harus dibasmi.

Cara jihad medsos yaitu sesuai kemampuan kita saja. Dapat kita lakukan secara online, yaitu kita mengedepankan fiqih online, diantaranya: perbanyak membuat konten positif atau share-share info yang positif, berpegang teguh pada kebijakan dan aturan pemerintah, perbanyak membaca informasi dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan/terpercaya, banyak melatih diri untuk selalu saring sebelum sharing, membantu melaporkan pada pihak berwajib jika membaca/melihat informasi yang tidak benar atau melanggar. Himbauan ini sesuai dengan seruan dari Ketua Umum PBNU beberapa waktu yang lalu. Ladang amal kita untuk berjihad sangatlah luas. Maka, gunakan sebaik-baiknya.

Hal yang harus saya dan tentunya kita semua lakukan dalam keadaan ini adalah tetap menjaga protokol kesehatan; mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Selain itu juga seperti yang sudah saya ulas diatas, kita harus menyaring berita-berita yang didapat, dan jangan langsung percaya pada berita yang tidak diketahui sumbernya, mungkin saja itu tidak benar/hoax.

Liburan ke Jawa Tengah #5

Setelah dari Masjid Agung Semarang, kami langsung menuju hotel yang sudah di pesan bernama Hotel Andelir. Lokasinya di Simpang Lima. Selesai menaruh barang bawaan di kamar hotel, kami berwisata lagi tidak jauh dari Simpang Lima, mungkin kalian sudah tidak asing dengan tempat wisata ini. Klenteng Sam Poo Kong!

Saat sampai, aku foto-foto dulu bagian depannya, lalu membeli tiket dan masuk. Harga tiketnya tidak terlalu mahal, sekitar 20-30 ribu, namun ada biaya tambahan jika ingin masuk ke salah satu bangunan klentengnya. Di dalamnya kami disajikan beberapa bangunan dengan warna merah cerah yang indah & megah. Luas pula. Didalam juga ada beberapa pedagang kaki lima; bakso, cendol dawet, rujak dan lain-lain. Setelah berfoto-foto di bagian tengahnya yang memperlihatkan seluruh klenteng, aku langsung masuk ke salah satu klentengnya dibagian kanan. Bentuk bangunannya semacam saung yang besar. Kita harus melepas alas kaki untuk masuk. Juga tidak boleh berisik karena tempat sembahyang, dan juga ada yang sedang beribadah saat itu. Jadi kami berfoto dan melihat saja. Lalu kami ke bagian belakang, terdapat relief indah yang tergambar di tembok besar. Di antara relief itu, ada semacam ruangan khusus, mungkin untuk ibadah. Tidak diperbolehkan masuk dan berfoto di situ. Setelah melihat-lihat, aku keluar dari klenteng itu dan menuju beberapa spot foto yang sudah disediakan. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, kami pun memutuskan untuk berkesudahan berwisata di sini. Dan kami tidak langsung ke hotel, melainkan ke tempat wisata lagi sekalian makan malam. Kota Tua!

Sempat kesusahan mendapat tempat parkir mobil, namun setelah lama mencari akhirnya dapat. Setelah itu, kami jalan-jalan di area itu. Suasana malam itu sangat ramai dan sejuk. Area jalan kaki dengan penerangan lampu yang banyak membuat tempat itu sangat indah. Ditambah lagi dengan bangunan-bangunan tua bekas belanda membuat kesan yang berbeda. Sebagian bangunan itu dijadikan cafe dan restoran, sebagian juga hanya ditutup. Disitu juga banyak pedagang kaki lima. Aku berfoto-foto di sekitar area ini. Lalu kami jalan lebih dalam lagi. Ada juga spot foto seperti sepeda onthel, becak dan lain-lain. Banyak juga disitu tempat duduk. Jadi tempat ini sangat cocok dijadikan tongkrongan malam hari. Setelah berjalan-jalan lama, kami mencari makan malam, dan kembali ke hotel untuk istirahat, karena besoknya kami pulang dan mengakhiri liburan di Jawa Tengah

Yap seperti inilah kisah perjalanan & liburanku di Jawa Tengah. Terima kasih yang sudah membaca. Jika ingin melihat versi vlognya, silahkan tonton di channel youtube “Ghia Bugiputra”.

Liburan ke Jawa Tengah #4

Yogyakarta-Semarang

Setelah liburan di Yogyakarta, aku tidak langsung pulang, tetapi jalan-jalan lagi ke Semarang. Karena masih dalam waktu liburan, kami jadi tidak terlalu buru buru pulang. Aku juga belum pernah ke kota itu, jadi sekalian liat liat, walaupun cuma 2 hari. Kami berangkat dari Jogja saat masih pagi, menghindari macet, karena tol Jogja-Semarang itu tidak ada, jadi kami harus menelusuri jalan raya biasa, dan masuk tol di Boyolali. Perjalanan sekitar 2 jam an, dan Alhamdulillah jalanan tidak banyak hambatan. Saat memasuki tol, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Undakan bukit-bukit hijau yang merona. Jalan tol yang unik. Cuaca siang hari yang panas mendung. Rest area yang berfondasi modern. Dan banyak lainnya.

Kami sampai di Semarang pas saat waktu Zuhur. Karena hal itu, kami langsung solat di Masjid Agung Semarang. Tidak terlalu jauh dari pintu keluar tol. Setelah parkir, kami langsung naik ke masjidnya. Setelah solat di lantai bawah, aku baru berkeliling. Aku naik ke lantai paling atas yang juga merupakan bagian utama. Disitu ada bedug besar dan Al-Quran yang juga sangat besar. Itu merupakan Al-Quran terbesar yang pernah kulihat. Setelah berfoto-foto di dalam, akupun keluar menuju halaman yang terdapat payung hidrolik, desainnya sangat mirip dengan payung hidrolik di Masjid Nabawi. Sangat megah & indah. Namun saat itu payung tersebut tidak dibuka, mungkin mencegah terjadinya kerumunan, atau memang belum jam buka. Setelah puas berfoto-foto, kami pun mencari hotel untuk menginap. Tidak lama, kami dapat hotel lewat aplikasi online, bernama Andelir Hotel, letaknya tidak jauh dari pusat kota. Kami langsung menuju ke hotel itu. Aku pun langsung check-in, dan dapat kamar, lalu menaruh barang bawaan, istirahat sebentar, dan berangkat lagi ke objek wisata selanjutnya: Klenteng Sam Poo Kong dan Kota Tua!

Ingin tau keseruan disana? Tunggu di next blog ya! Terimakasih yang sudah membaca.

Kenapa Aku Harus Membuat Tulisan di Blog?

Kenapa harus membuat tulisan di blog? Menurutku, membuat tulisan di blog banyak manfaatnya. Hal pertama manfaat menulis di blog adalah meningkatkan skill menulis. Walaupun aku sebagai pelajar yang notabene/lebih banyak menulis di kertas, menulis di blog juga sangat penting. Semakin sering menulis, maka akan mendapat lebih banyak ide dan juga kata-kata yang ditulis akan mengalir dengan sendirinya. Mulailah dari hal kecil dulu seperti menulis pengalaman, hal yang baru terjadi atau dilakukan, keseruan di masa lalu, bahkan bisa dijadikan tempat curhat. Sambil menulis hal-hal seperti itu, bisa juga ditambah foto-foto dokumentasi agar lebih lengkap dan menarik. Menurutku juga menulis di blog itu bisa dijadikan pengisi waktu luang. Misalnya kita bingung harus ngapain, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menulis blog. Seperti tadi yang sudah kubilang, mulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Jika sudah sering menulis, maka topik penulisannya juga akan meningkat. Misalnya dulu kita seringnya menceritakan apa yang kita alami, mungkin kedepannya kita sudah mulai “membahas” hal-hal di dunia.

Setelah aku lihat Google apalagi sih alasan kenapa harus membuat tulisan di blog, ternyata masih banyak lagi manfaatnya. Salah satunya adalah bisa menghasilkan uang. Jika kita sudah selesai menulis, maka tentu kita akan mempublikasikannya. Nah ketika sudah di publish, maka akan bisa dilihat oleh orang lain. Jika orang tersebut itu tertarik atau suka tulisan kita, mungkin ia akan membeli atau meng-endorse tulisan kita. Atau juga ia bisa share ke media sosialnya, dan itu akan mengundang banyak orang untuk membaca tulisan kita. Sungguh hal yang menguntungkan! Bahkan kita juga mempunyai banyak kesempatan. Misalnya kita menulis blog tentang style & fashion, maka dari blog itulah mungkin kita akan ditawarkan ikut talkshow atau seminar yang membahas style & fashion. Mungkin juga, saking menariknya blog kita, perusahaan besar ingin bekerja sama karena merasa kita adalah kandidat yang cocok untuk membantu perusahaan mereka. Menurutku blog sangat berpengaruh dalam dunia pekerjaan.

Selain itu, manfaat blog yang menurutku paling penting adalah dapat membantu orang lain. Dengan menuliskan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang kita punya di blog, kita secara tak langsung telah memberikan manfaat terhadap mereka. Kita bisa membantu orang di luaran sana untuk menyelesaikan masalah mereka dan memberikan solusi yang tepat. Mungkin juga cerita dari pengalaman kita akan menginspirasi banyak orang lain dan juga memotivasi mereka. Jadi dengan blog, mudah sekali untuk membantu orang lain secara langsung maupun tidak langsung.

Masih banyak lagi manfaat menulis blog yang tidak kutuliskan semua disini. Kalian bisa langsung cek Google saja. Oke segini dulu blog kali ini ya. Terima kasih yang sudah membaca, semoga kalian terinspirasi.

Liburan ke Jawa Tengah #3

Oke lanjut lagi dari blog sebelumnya ya.

Heha Sky View adalah wisata selanjutnya. Tempatnya di daerah Gunung Kidul. Jalanan kesananya sempat menanjak, karena lokasinya di atas bukit. Bisa dibilang seperti ke Puncak. Namun jalannya sudah bagus di aspal, jadi kesana pasti lancar. Di dalamnya, banyak sekali spot untuk berfoto. Selain spot foto, disini juga banyak sekali macam jajanan, seperti siomay, sushi, gorengan, roti es krim, boba, es teh dan lain-lain. Tersedia juga banyak tempat duduk. Pemandangan disini sangat indah. Kita seperti bisa melihat seluruh Jogja. Saat itu sangat ramai orang yang berkunjung, padahal kalo ga salah bukan waktu weekend. Jika ingin melihat pemandangan kota sambil makan enak, bisa makan di resto Heha, karena letaknya paling atas. Di tempat ini juga ada berbagai patung hiasan, pijit ikan (kaki semacam di gigit oleh ikan kecil), ada juga spot foto yang tidak menghadap ke alam. Pasti jika kalian berkunjung kesini akan betah.

Dan objek wisata yang sering aku kunjungi saat di Jogja adalah Malioboro. Bukan juga karena hotelku dekat dengan Malioboro, namun emang bikin nagih dateng ke situ. Aku lebih suka kesana saat malam hari. Suasananya ramai & adem. Dan saat malam, jalan sepanjang Malioboro ditutup, mungkin sampai jam 9. Sehingga bisa jalan di tengah sambil berfoto. Kulihat banyak sekali jajanan, kios-kios atau kaki lima dengan harga yang beragam, ada yg mengamen, ada delman juga. Sungguh saat itu sangat ramai. Pada malam itu tepatnya malam terakhirku Jogja, aku mencoba untuk jalan sampai kantor Gubernur sambil melihat-lihat jajanan & oleh-oleh yang mau dibeli. Di sepanjang jalan terus terdengar suara pedagang (yg didominasi oleh ibu-ibu). “Beli beli beli” “ayo di beli mas harga diskon” “5 biji 100 aja kak”. Ya semacam itulah. Aku juga sempet beli kaos bertuliskan ‘Jogjakarta’, dibandrol dengan harga 35 ribu, akupun beli 2 kaos dengan motif yang berbeda. Aku kembali jalan lagi, menikmati kesempatan menyenangkan ini. Ternyata, semakin malam semakin ramai. Saat aku jalan arah pulang, malah makin banyak pedagang kaki lima (saat kios masuk jam tutup). Bahkan mungkin pedagangnya lebih banyak dari sebelumnya. Tempat duduk terisi penuh. Kios pecel atau makanan khas lainnya banyak yang beli. Malam itu Malioboro terlihat sangat cantik & menawan. Indahnya kota ini.

Setelah perjalanan di Jogja selesai, kami tidak langsung pulang, kami sempatkan jalan-jalan lagi ke Semarang! Mau liat cerita selengkapnya? Tunggu di next blog ya.

Liburan ke Jawa Tengah #2

Lanjut dari blog sebelumnya ya. Setelah selesai berwisata di Candi Borobudur, kami lanjut perjalanan ke Jogja. Waktu perjalanan sekitar 2 jam. Di perjalanan, aku sekalian mencari hotel untuk menginap 4 hari 3 malam. Aku juga mencari objek wisata yang bagus disana. Kami pun sampai di Jogja saat sore hari. Kami langsung menuju tempat hotel yang lumayan bagus & murah, Hotel Unisi. Tempatnya pas didepan Stasiun Malioboro, dan tentunya hanya 100 meter jalan kaki ke Malioboro. Sampai di hotel, kami langsung check-in dan menaruh barang bawaan. Karena belum makan siang, kami pun makan di semacam cafe & resto di samping stasiun. Makanannya enak dan memiliki spot foto di pinggir jalan bertuliskan ‘YOGYAKARTA’. Kami pun berfoto disitu.

Dibawah ini aku akan menceritakan objek wisata yang aku kunjungi.

Ayahku tugas dinas di UGM (Universitas Gajah Mada), jadi aku & ibuku sekalian aja ikut. Sempat bingung dan nyasar sebentar karena di arahkan oleh Waze ( aplikasi semacam google maps ) ke pintu belakang, dan ternyata semua pintu masuk UGM selain gerbang utama ditutup. Jadi aku search gerbang utama UGM, dan akhirnya ketemu dan bisa masuk. Didalam, kami juga sempat nyasar mencari Fakultas Kehutanan, bahkan sempat salah gedung. Sambil kulihat-lihat tempat ini, sangat luas, banyak pohon sehingga areanya sejuk, parkiran luas, kalo tidak salah juga kulihat ada stadion. Aku dulu pernah ada keinginan untuk kuliah disini, jadi ya sekalian liat-liat. Setelah ketemu gedungnya, kami langsung masuk.

Objek wisata selanjutnya adalah Pantai Parangtritis. Aku ingin kesana karena sebelumnya hanya bisa baca ceritanya di buku pelajaran, dan itu membosankan. Saat sampai disana, kudengar suara ombak dicampur suara angin. Kami foto dulu di tulisan besar ‘PANTAI PARANGTRITIS’. Sebelum main air juga kami naik delman pantai, luas tempat duduknya lebih kecil dari delman yang biasa di jalanan. Dibawa ke arah sebelah kiri menuju bagian karang. Disitu ada bukit yang memisah pantai tersebut. Disitu juga kami foto-foto. Ada juga beberapa pengunjung yang berfoto disitu. Setelah itu kami balik lagi ke pantai tengah (paling ramai orang). Yap kami langsung main air, tapi ngga sampe jauh, karna lupa bawa handuk, jadi hanya basahin kaki aja. Sekitar 1 jam sudah berada di pantai, kami pun memutuskan untuk pulang. Aku sempatkan untuk minum es kelapa + indomie.

Ingin tau kelanjutan ceritaku di Jogja? Temui di blog berikutnya ya.



Liburan ke Jawa Tengah #1

Aku kembali liburan. Kali ini ke daerah Jawa Tengah, tepatnya di Yogyakarta, dalam rangka ayahku tugas disana. Yuk simak cerita lengkapnya.

Kami berangkat hari Selasa, menggunakan mobil, jam 8 pagi. Karena jika sudah terlalu siang, maka akan terkena arus macet di tol jawa, dan sampai sana pun bisa kemaleman. Jalanan ramai lancar, tidak ada kemacetan. Paling hanya tersendat di gerbang tol. Sebelum ke Jogja, kami sempatkan untuk mampir ke Kota Magelang. Karena apa? karena ingin melihat & berwisata di Candi Borobudur! Setelah 9 jam perjalanan (termasuk berhenti di beberapa rest area), akhirnya sampai di Magelang. Karena sudah sore, aku pun langsung mencari hotel di dekat alun-alun kota. Dan aku mendapat hotel bernama Citihub Hotel. Letaknya tidak terlalu jauh dari alun-alun, mungkin sekitar 2 km. Tidak mahal, namun kamarnya nyaman untuk istirahat. Pagi harinya, kami bersiap check-out dari hotel dan menuju Candi Borobudur. Sempat foto-foto sebentar di alun-alun dan sarapan. Setelah itu kami langsung berangkat.

Sampai sekitar jam 9. Setelah mendapat parkir dan turun dari mobil, kami langsung diserbu berbagai macam penjual. Ada penjual topi, kacamata, makanan, aksesoris dan lain-lain. Karena terus disedak dan disana juga cuacanya lumayan terik, ibuku pun membeli satu topi wisata warna pink. Setelah itu masuk ke jalur untuk pengunjung, dan diberi beberapa arahan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Lalu beli tiket, dan kami pun masuk ke kawasan candi. Saat masuk ke pintu gerbang, ternyata tidak langsung ke candinya, jadi kami jalan lagi walaupun tidak terlalu jauh. Akhirnya sampai di halaman candi. Terlihat bangunan super besar dan unik yang sangat-sangat megah. Kulihat ukiran-ukiran yang indah, patung buddha yang banyak berjejer rapi. Sayangnya pada saat itu akses ke bagian atas ditutup, jadi aku hanya bisa keliling memutari candi. Tak kusia-siakan momen ini, aku mengambil banyak foto dari berbagai angle. Setelah dari bagian depan, kami jalan ke bagian samping candi, ya tentu untuk berfoto. Saat itu jumlah pengunjungnya lumayan ramai, bahkan ada turis, tapi tetap dengan protokol yang ketat. Setelah aku keliling & puas-puasin berfoto, kami pun turun. Dibawah, ternyata ada beberapa kendaraan yang mengantarkan pengunjung menuju pintu keluar, salah satunya delman. Ya kami pun memilih naik delman saja. Ternyata kami dibawa keliling sekitar halaman Candi Borobudur. Pengalaman yang baru bagiku.

Yap segini dulu blog kali ini. Terima kasih yang sudah membaca. Tunggu ceritaku di Jogja ya!

Makan Ikan Lele Peliharaan

Awalnya, ada semacam program dari RT di lingkunganku tentang budidaya ikan lele bernama Budikdamber (Budi Daya Ikan Dalam Ember). Jadi ada beberapa orang yang mendapatkan ikan lele yang masih sangat kecil di dalam sebuah ember lumayan besar. Tidak semua warga dikasih, hanya beberapa, dan keluargaku terpilih untuk merawatnya, dan kita dikasih 2 ember yang jumlah ikan adalah 60 ekor/ember. Peletnya pun juga sudah dikasih. Aku taro ember berisi ikan itu di pojok halaman. Saat peletnya habis, kami pun membeli lagi. Sempat saya beli baru, terlihat ikan-ikan seperti tidak nyaman/tidak suka dengan makanan barunya, karena ukurannya lebih kecil. Seperti pakan ikan cupang. Karena itu, ada beberapa ikan yang mati, bisa jadi karena pelet itu atau aku yang telat menguras ember itu. Nah setelah pakan itu habis dan kubeli baru lagi dengan ukuran pakan yang lebih besar, si ikan terlihat menyukai. Saat ku tebar, semua langsung menuju ke permukaan dan berebut. Berbeda dengan pakan sebelumnya. Intinya banyak sekali suka duka dalam merawat lele ini.

Setelah kurawat hampir 3 bulan lebih, akhirnya ada 6 ekor ikan lele yang sudah besar. Bahkan menurutku lebih besar dari lele yang dijual di tukang pecel. Karena ku ga berani membunuh 6 lele itu, ibu ku pun menyuruh kenalannya (orang yang sering membantu ibu) untuk membantu membunuh sekalian membersihkan dalamnya lele itu. Ikannya pun dia bawa ke rumahnya. Sekitar sejam, ia sudah selesai. Tak lupa ibu memberi beberapa lele lain untuknya. Akhirnya ibu ku pun masak lele goreng. Rasanya sangat nikmat. Dagingnya segar. Gurih & kriuknya enak. Aku sampai nambah 1 ikan lagi. Dan sekarang aku masih menunggu ikan ikan lain membesar, masih sangat banyak sisa ikan di ember. Tinggal ku rawat dengan lebih baik lagi.

Oke segini dulu blognya, semoga kalian menikmati.

Puasa Ramadan ditengah Pandemi Covid

Puasa tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun kemarin, dan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ini, puasanya dibarengi dengan adanya pandemi Covid-19. Ini membuat seluruh kegiatan yang biasa kita lakukan sebelum-sebelumnya menjadi berubah drastis. Kita lebih sering berada di rumah dan akhirnya lama-kelamaan jadi malas juga kalo ingin keluar. Hal ini membuat lingkungan sekitar berasa lebih sepi. Dulu, bapa-bapa suka jogging dan membuat acara saat sore hari menjelang maghrib sekalian buka puasa bareng, namun sekarang mereka entah kemana. Hal ini juga dialami oleh para pedagang di depan komplek. Biasanya jalan raya sangat ramai dengan orang yang parkir sembarangan untuk beli takjir di pinggir jalan, namun kali ini jalanan sangat sepi, penjual takjil tidak sebanyak biasanya. Di jalan raya utama, hanya sekitar 3-4 penjual. Itu tergolong sedikit. Toko-toko pun banyak yang tutup. Palingan jika ingin beli makanan yang jumlahnya banyak, berpusat di Yogya & Giant. Intinya wabah ini sangat menganggu dan merubah suasana puasa di sekitar lingkunganku. Begitu juga dengan lingkungan kalian kan?

Kegiatanku selama puasa tahun ini hampir dilakukan di rumah aja. Terkadang cuma main bola di lapangan sebelah rumah. Itupun sendiri😥. Ada juga para bocil yang jika sedang main suaranya sangat mengganggu. Mungkin teman sebayaku yang lain pada males main karena capek. Dulu juga setiap mau solat tarawih, aku selalu di samper temen, dan disana kita ngobrol dan main sebelum solat, disana juga masih banyak teman sebayaku dari cluster yang berbeda ikut main. Kadang juga di sela-sela rokaat tarawih, aku dan temanku yang lain keluar masjid lalu ngobrol sebentar. Cerita ini tak bisa lagi kuceritakan pada masa sekarang, karena hal itu tidak bisa dilakukan lagi. Sudah tidak ada yang nyamper, tidak ada yang main, sedikit teman ngobrol, dan aku hanya bisa solat di rumah bersama keluarga.

Setelah sekian lama aku di rumah, akhirnya aku mendapat kegiatan baru dengan temanku yang tak pernah kulakukan sebelumnya, main tenis meja. Tempatnya berada di bagian bawah komplek. Awalnya aku mencari kegiatan yang bisa dilakukan tapi tidak terlalu cape seperti main bola. Setelah itu, aku melihat meja pingpong yang sudah disediakan dengan alat mainnya, sangat sepi karena biasanya bapak-bapak yang main disitu. Aku coba ajak 2 temanku yang sering main, dan kita coba. Ternyata sangat seru! Bermain tenis meja tidak secapek main bola, dan itu cocok dimainkan saat waktu ngabuburit. Akhirnya kita terus main sampai hari akhir puasa (kecuali saat hujan, karena disini hampir setiap sore selalu hujan). Yap aku jadi punya kegiatan di luar rumah.

bermain tenis meja

Kita semua berdoa agar pandemi ini segera berakhir, dan bisa menikmati kehidupan normal lagi seperti biasanya. Amiiinn…

Pertama Kali Naik Kapal Ferry

Yak kali ini aku bakal cerita saat pertama kali naik kapal Ferry. Yuk simak ceritanya.

Tepatnya 1 bulan sebelum puasa, kami melakukan liburan menyeberang pulau ke Lampung. Ayahku ada acara kantor yang dikerjakan di sana, jadi sekalian aku & ibuku di ajak. Kami berangkat pada pagi hari agar tidak terkena macet yang biasanya sering terjadi. Aku lewat jalan tol langsung menuju Pelabuhan Merak. Saat itu jalanannya sangat sepi, hanya ada beberapa mobil saja, mungkin memang belum waktunya mudik. Palingan agak tersendat saat memasuki gerbang Pelabuhan Merak, karena hanya 2 jalur, dan itu bercampur dengan truk dan kendaraan besar lainnya. Waktu perjalanan dari rumah sekitar 2 jam an. Saat sudah sampai, kami kembali mengantri di tempat antrian mobil untuk masuk ke kapal lewat jalan mobil. Tidak lama, hanya 30 menit, karena kapal itu sudah menuju kembali dari Lampung. Ketika si kapal itu sampai, perbarisan antrian mobil perlahan di buka. Kalau tidak salah perbarisan di ambil 4 mobil, lalu gantian dengan barisan sebelah masuk 4 mobil, lalu ditutup lagi, ya pergantiannya seperti itu lah agar tidak terjadi penumpukan saat memasuki kapal. Saatnya barisanku dibuka, aku berada di 4 mobil terdepan, sehingga bisa langsung naik ke jalan tangga ke arah kapal. Kami pun naik, dan sampai di parkiran dalam kapal. Mobil sudah lumayan penuh, dan Alhamdulillahnya kami dapat tempat pas di depan salah satu pintu kapal, sehingga aku bisa lebih mengingat tempat mobilnya.

jalan tangga memasuki kapal

Kami menaiki kapal feri bernama Ferizy. Pasti nama itu sudah tidak asing bagi kalian yang sudah pernah naik kapal (atau yg belum juga). Aku memasuki ke dalam kapal, sudah banyak orang yang menempati tempat duduk, bahkan sudah ada yang tidur. Aku mencari tempat duduk yang kosong. Awalnya kami dapat di bagian tengah, namun disitu hawanya agak panas, sehingga kami cari lagi ke arah pinggir, dan ada tempat kosong, yang ada jendelanya langsung menghadap laut. Aku sempat foto-foto keadaan sekitar, lalu duduk kembali dan seperti biasa, aku langsung main game saja hehehe. Setelah 10 menit delay, kapal pun berangkat. Kurasakan goyangan kecil ditempat dudukku. Kulihat laut indah di luar sana lewat jendela. Tentunya kujadikan objek foto. 1 jam sudah di kapal itu, dan aku merasa lapar. Aku minta uang ke bapak, lalu kubeli pop mie seharga 15 ribu. Setelah kenyang, ku main game lagi, namun sudah tidak ada internet di tengah laut saat itu.

kapal Ferizy

1 jam kemudian, kami pun sampai di Pelabuhan Bakauheni. Aku turun ke parkiran mobil, dan orang lain juga sudah bersiap-siap menyalakan mobilnya masing-masing. Seperti di Pelabuhan Merak, turunnya secara bergantian per barisan. Yap, Alhamdulillah kami selamat sampai tujuan. Kulihat orang orang berpakaian khas Pulau Sumatera sedang menunggu di seberang jalan, mungkin mereka sedang menunggu keluarganya dari seberang pulau. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Lampung.

Oke segitu dulu ya ceritaku kali ini. Semoga kalian menikmati ya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started