Operasi Pertama

Aku menjalani operasi pertama kali, dikarenakan penyakit “cantengan”. Bagi yang belum tau, itu adalah kuku yang tumbuh menusuk ke dalam daging. Biasanya lebih sering terjadi kuku jempol kaki, seperti yang saya alami. Awal mula penyebab adanya cantengan ini karena saya memotong kuku bagian samping terlalu dalam. Maka saat tumbuh pun menjadi tajam. Ini juga karena saya paksakan untuk terus bermain futsal atau berolahraga yang selalu mengandalkan kaki. Saat awal-awal itu tidak terlalu sakit atau tidak terlalu mengganggu, saya pun tetap untuk terus melanjutkan latihan futsal dan sebagainya. Sepatu futsal yang menyempit juga menjadi faktor terjadinya cantengan. Lama kelamaan, kuku itu makin tajam dan membuat bagian sekitar samping kuku itu membengkak. Dan mulailah muncul rasa sakit yang mengganggu. Sempat saya lanjutkan untuk terus latihan, namun lama kelamaan menjadi sangat sakit dan susah dipakai jalan. Akhirnya saya berhenti berolahraga, lalu konsul ke klinik Siloam.

Di klinik itu dikasih obat pereda nyeri, dan hanya di bersihkan sedikit. Juga ada sempat tindakan pemotongan kuku samping itu, tapi rasanya sangat sakit. Beberapa kali mengalami pendarahan. Hingga dokternya pun merujuk ke rumah sakit Medika Dramaga. Awalnya saya mengira hanya akan seperti ditindak di klinik, namun setelah konsul dengan dokter rumah ahli bedah, ternyata akan dilakukan operasi pada tanggal 13 Oktober kemarin. Dari dokter itu juga diberi obat pereda nyeri sementara.

Hari operasi tiba. Aku berangkat jam 6 pagi. Harus berpuasa atau tidak boleh makan karena akan diberi bius lokal. Mungkin agar kerja bius itu tidak terganggu atau juga mungkin akan berbahaya jika masih ada makanan di dalam perut. Menunggu pendaftaran sebentar, lalu jam 9 diarahkan ke ruang rawat. Menunggu sampai jam 12, lalu dipanggil suster, dibawa ke ruang operasi menggunakan kursi roda. Saat sampai, saya disuruh melepas semua pakaian, dan memakai baju operasi. Lalu saya dibawalah masuk. Menunggu giliran sekitar 15 menit. Ada juga beberapa pasien disana. Lalu giliran saya pun tiba. Saya masuk ke ruang tindakan itu. Saat awal disuruh duduk melengkung, lalu disuntiklah biusnya di punggung. Tidak sampai 10 detik, saya langsung merasakan kebal atau kebas di daerah selangkangan sampai kaki.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started