1998

Menurut saya, novel ini lebih banyak menceritakan tentang kekeluargaan daripada tentang perjuangan anak muda di tahun tersebut.

Putri, seorang anak Walikota Malang, mempunyai kakak laki-laki bernama Galih. Sejak lulus SMA, Galih memilih pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliah disana. Menurut dia keadaan di Indonesia sudah kacau, dipimpin oleh pemimpin otoriter, dan sudah tidak bisa fokus saat belajar karena akan bentrok dengan demo-demo mahasiswa. Namun, menurut Putri, pendapat kakaknya salah. Karena keadaan di Malang biasa-biasa saja dan ia masih memiliki sahabat yg setia menemaninya, Heni.

Ninik, ibunya Putri, memiliki sifat sangat sabar dalam mendidik putrinya. Putri sering di ajak oleh teman kuliahnya untuk berdemo di Senayan ataupun di depan kampusnya (Universitas Brawijaya, Malang). Ibunya selalu bilang bahwa ikuti saran ayah Putri “jangan terbawa-bawa oleh teman aktifismu itu!”. Ninik juga sering menghibur Putri saat bersedih karena semakin sedikit teman yg sering dia ajak ngobrol. Kecuali sahabat terdekatnya, Heni. Putri sering main ke rumah Heni, begitupun sebaliknya. Ninik sudah menganggap Heni sebagai anaknya, begitupun ibunya Heni yang menganggap Putri sebagai anaknya.

Ada juga Neno yg merupakan sahabat putri. Namun, lama-kelamaan, ia juga menjadi aktifis kampus. Tetapi Neno tetap memberi perhatiannya kepada Putri, tidak seperti yang lain. Menurut Putri, ia merupakan lelaki terbaik di kampusnya pada saat itu. Semakin lama, ada perasaan di hati mereka berdua. Hingga akhirnya, mereka pun berpacaran. Teman-temannya pun kaget, bagaimana Neno yang hanya menjadi nelayan, bisa memikat hati seorang anak walikota. Putri ternyata tidak melihat sisi ekonominya, melainkan ketulusan cintanya.

Demo-demo mahasiswa mulai tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya di Senayan. Mendengar adanya demo di Senayan, Gundul, Rudi, Marzuki(teman-teman Putri), dan juga Neno akan menuju kesana. Putri saat mendengar hal itu, ia merasa geram dan sempat tidak menyetujuinya, namun Neno tetap mau berangkat karena menurutnya demi kepentingan bangsa. Putri pun akhirnya menyetujuinya, karena ia tau ini merupakan resiko berpacaran dengan aktifis kampus.

Tak disangka!!! Neno menghilang. Menurut teman-temannya, Neno pada saat itu keluar dari kosnya menuju ke warung pecel untuk menelepon Putri. Namun Neno tidak terlihat lagi. Menurut yang lain, ia diculik karena dianggap aktifis berbahaya oleh orang tak bertanggung jawab.

Soeharto pun akhirnya lengser pada tanggal 21 Mei 1998. Banyak sudah masyarakat yang menuntutnya turun dari jabatannya. Kerusuhan massa juga merebak di seluruh pelosok negeri. Hingga ada beberapa menteri yang mengundurkan diri. Namun walaupun Soeharto sudah turun, tetap saja, tidak ada yang bertanggung jawab terhadap hilangnya mahasiswa/pendemo.

Setelah lama tidak ada kabar dari Neno, Putri memutuskan melanjutkan S-2 di Amerika bersama Marzuki. Putri masih sangat sedih ditinggal kekasihnya. Banyak orang yg bilang bahwa Neno sudah meninggal. Ada juga yg bilang bahwa Neno kabur ke luar negeri dan tidak akan kembali karena akan berbahaya. Dan ternyata benar!! Om Joko (paman Putri) bertemu dengan Neno di Paris. Neno berkata ia tidak bisa pulang ke Indonesia lagi, karena ia bisa ditangkap lagi dan bisa membahayakan keluarga Putri. Putri hanya bisa bersedih mendengar hal ini.

Setelah menyelesaikan S-2 nya, Putri kembali ke Indonesia dan memutuskan untuk menikah dengan Marzuki agar ia bisa melupakan kesedihannya dengan mempunyai anak.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started