Departure

Namanya Gifty. Ia berasal dari Bandung. Saat lulus SMA, ia disuruh Ibu tirinya untuk menempuh pendidikan kuliah di Foshan, China. Namun, kakaknya sempat tidak setuju karena ia merasa Gifty tidak bisa berbahasa asing dan juga ia tidak rela. Namun, mau tidak mau, ia harus melepaskannya.

Selain berkuliah, Gifty juga membantu jualan bibi asrama di dekat kampusnya. Kadang ia membantunya sebelum berkuliah. Ia sedikit kurang bisa beradaptasi dengan orang lokal disana. Namun ia yakin hanya cukup belajar bahasa mereka dan saling sapa.

Saat ia berkuliah disana, ada seseorang yang tiba-tiba ingin membantunya untuk mendapatkan poin (di kampus tersebut jika ingin lulus, harus mendapatkan banyak poin dari tugas-tugas yang tersedia). Namanya adalah Kai Wei. Dia merupakan sekretaris koordinator di kampus tersebut. Ia berniat membantu Gifty karena jika ia membantu orang lain, maka ia juga akan mendapatkan poin tambahan yang lumayan banyak.

Mereka pun saling kenal dan banyak membantu. Hingga ada event yang mewawancarai salah satu mahasiswa terkenal sekaligus ketua di salah satu organisasi di kampus itu, bernama Lei Han. Ia juga ternyata pemilik perusahaan software terbesar di Cina. Gifty di tunjuk oleh Kai untuk yang mewawancarai Lei di radio kampus. Gifty pun menyetujuinya.

Saat acaranya dimulai, Gifty memperkenalkan diri terlebih dahulu. Hingga saat ia disuruh memberi pertanyaan dari aba-aba Kai, tak disangka, Gifty melakukan hal yang tak terduga. Ia memberi pertanyaan masalah pembunuhan. Semua orang di studio itu kaget termasuk semua mahasiswa yang mendengarnya lewat radio kampus. Ternyata, sejak Gifty pertama kali berkuliah disana, dia sudah menyusun rencana untuk menghancurkan hidup Lei Han. Menurut Gifty, Lei lah yang sudah membunuh ibu kandungnya. Karena saat ia pulang setelah daftar di kampus itu, ia melihat Lei membawa jasad ibunya yang sudah tidak bernyawa. Gifty pun ingin membalas dendam.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, secara tak terduga justru Lei menawari Gifty menjadi asisten pribadinya bersama Kai dan Jin Ru (teman Kai). Ternyata ketiganya sudah membenci Lei sejak lama dengan alasan yang berbeda. Gifty tentunya tak menolak karena dia bisa mengetahui kelemahan Lei Han.

Lei pun memberi masing-masing tugas yang berbeda, mulai dari merekap rapat yang dihadiri Lei Han, mengurus laman, mengatur jadwal Lei setiap hari, dan masih banyak lagi. Mereka bertiga pun mengangguk setuju walaupun awalnya sempat berdebat dengan Lei.

Sudah lumayan lama mereka bekerja untuk Lei. Terkadang mereka merasa sedikit nyaman denga ruangan kerjanya yang sudah dipenuhi dengan teknologi canggih, terkadang juga merasa kesal karena tugas yang tak kunjung selesai dan terus bertambah. Hingga saat waktunya pulang dari kampus, Lei mengajak Gifty ke apartemennya karena ingin berbicara sesuatu. Saat sampai di apartemennya, Lei memberi lima CD kepada Gifty dan suruh menontonnya. Tak disangka, ternyata ibu kandung Gifty pernah menjadi pembantu Lei Han. Lei pun menganggap ibu kandung Gifty seperti ibu kandungnya sendiri. Karena ia merasa ia sangat diperhatikan dan disayangi. Ia juga menjelaskan bahwa bukan dia yang membunuh ibu kandung Gifty. Lei bercerita bahwa saat menemukannya, ibunya Gifty sudah tidak bernyawa. Ia tidak tahu siapa pelakunya. Gifty pun menangis dan ia merasa bersalah karena sudah berprasangka buruk terhadap Lei Han. Ia juga tidak menyangka bahwa meski ia sudah mempermalukannya saat di studio radio, Lei tetap bersikap baik terhadapnya.

Mereka pun sudah lumayan akrab dan melanjutkan kuliah seperti biasa tanpa ada dendam diantara mereka.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started