
Albert Einstein merupakan ilmuwan paling tersohor dengan teori relativitasnya. Namun, di masa kecilnya, peraih Nobel bidang fisika ini sempat mengalami kesulitan berbicara. Ia juga kerap mengalami tantrum atau mengamuk, melempar benda – benda yang ada di sekitarnya. Menurut para ahli, anak dengan sifat demikian adalah anak yang mengidap sindrom asperger atau autisme. Sifat inilah yang membuat ia hanya menyukai pelajaran kesukaannya, yaitu matematika dan fisika. Ia juga menolak metode belajar yang diajarkan oleh gurunya di sekolah sehingga ia dicap sebagai anak yang bodoh, malas, tidak patuh, dan kerap melanggar aturan tata tertib sekolah.
Melihat sang anak yang kurang memuaskan, ayahnya memberi hadiah berupa kompas dan langsung menarik perhatian sang anak. Ia pun bertekad dan gigih untuk mendalami ilmu – ilmu sains secara autodidak. Akhirnya, pada tahun 1921, Einstein mendapat penghargaan Nobel di bidang ilmu fisika.
(Sumber gambar: https://www.pulsk.com/462027/)